Officinale tribulus linn Varubrum, Panax ginseng,
Eurycoma longifolia, Pimpinella Alpina ( purwoceng ), Piper nigrum.
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Menghasilkan Ekstrak Purwaceng (Pimoinelle alpine Molk) Melalui Kultur Jaringan serta Pengaruhnya Terhadap hasil Metabolit Sekunder
Oleh
Fauzi, Fannie Indrian Mustafa, Nita Supriyati
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional,
Badan Litbang Kesehatan
Purwoceng (Pimoinelle alpine Molk) tergolong tanaman obat endemik dan merupakan tanaman langka. Penyebab kelangkaan tersebut adalah karena tempat tumbuh di ketinggian 2000--4000 meter di atas permukaan laut, membutuhkan faktor-faktor lingkungan yang spesifik, sehingga sukar dibudidayakan di luar habitatnya.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa tanaman sangat potensial sebagai obat ( diuretika, tonik dan aphrodisiaka), serta arah pengembangan obat tradisional (jamu) di Indonesia untuk menghasilkan fitofarmaka. Bahan baku bahan obat alam harus berupa ekstrak, dan ekstrak Purwoceng dapat dihasilkan dengan mengekstrak kalus kultur jaringan Purwoceng. Kultur jaringan dapat digunakan sebagai sarana pengail metabolit sekunder tanpa dibatasi oleh lingkungan. Tujuan penelitian untuk menghasilkan ekstrak Purwoceng melalui kultur jaringan serta pengaruhnya terhadap metabolit sekunder.
Penelitian menunjukkan bahwa: penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D berpengaruh positif dalam meningkatkan pertumbuhan eksplan yaitu: waktu induksi kalus, persentase eksplan yang tumbuh, berat kalus segar dan kering serta diameter kalus. Penambahan fenil-alanin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan. Perlakuan tanpa penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D tidak terjadi pertumbuhan eksplan dengan indikator tidak terjadi induksi kalus. Perlakuan zat tumbuh terjadi pertumbuhan eksplan dengan induksi kalus terbentuk pada hari ke 10,5�15,56 dengan persentase eksplan yang tumbuh 16,66-50%. Rendemen ekstrak total yang terdapat pada kalus berkisar 9,66�16,12%. Kandungan golongan kimia kalus relatif sama dengan yang terdapat pada daun Purwoceng.






0 komentar:
Poskan Komentar